Gunung Katu diduga tempat Perabuhan Sang Rajasa Tumapel
yang berada didaerah Kagenengan
Pasar Besar Kepanjen Malang, berdiri 1926
Berada di jalan raya Malang-Blitar, tepatnya di jl. Pahlawan Kepanjen
Pasar Besar Kepanjen sebelah Timur
Digunakan sebagai tempat terminal penumpang Oplet, pasar hewan dan pom bensin.
KARNAFAL MALAM TEMA SENI-BUDAYA
Dalam memperingati HUT RI KE 7 TAHUN 1952.
Kantor polisi 1948
Kantor Polisi berubah fungsi sekarang menjadi KANTOR KELURAHAN KEPANJEN
PRASASTI BALAWI
Prasasti Belanda tentang Bangunan SYPHON METRO
Prasasti Pabanolan-Tumpang, kisah akhir mojopahit di Malang
Prasasti Kudadu ditemukan di lereng Gunung Butak
Prasasti Kemuning jarak melaui sungai Metro Ngadilangkung-Kepanjen sekitar 2 km keselatan

Lingga dan Prasasti di desa Kemuning peninggalan sebelum kerajaan Tumapel

Prasasti Mula Malurung menggugurkan cerita Kitab Pararaton

Prasasti Manjusri berada di sebelah Arca Tribhuwanatunggadewi

Prasasti Manjusri ini berada di luar Negeri ditemukan, jaraknya 35 km dari Kepanjen

Prasasti Wurare dibuat Menghormati Raja Singosari Kertanegara

Prasasti Singgasari ditemukan di desa Singosari

Prasasti Turyyan berada di Turren, 10 km dari Kepanjen

Sesuai dengan isinya Prasasti Empu Sindok disebut Prasasti Turyyan, yang kemudian menjadi nama Desa Turen, sebagai lokasi prasasti sekarang. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai Watu Godeg.
Dalam prasasti disebutkan bahwa pada tanggal 15 Suklapaksa bulan Srawana 851 Saka atau 24 Juli 929 M, Dang Atu pu Sahitya memohon kepada Sri Maharaja Rake Hino Dyah Sendok Sri Isanawikramadharmattunggadewa agar diberi hadiah tanah untuk mendirikan bangunan suci. Permintaan dikabulkan dan kepada Dang Atu pu Sahitya dianugerahkan sawah di Desa Turyyan dan tanah di sebelah barat sungai dan di utara pasar dengan ketentuan daerah sebelah barat sungai itulah tempat didirikannya bangunan suci.
Prasasti Sangguran ditemukan dibalik gunung Kawi, dari Kepanjen, berjarak 65 Km
Prasasti Kanjuruhan ditemukan dilembah sungai Metro Dinoyo 13 km dari Kepanjen
Prasasti Kanjuruhan ditemukan tahun 1985
Prasasti Kanjuruhan, yang juga dikenal sebagai Prasasti Dinoyo 2, disimpan dengan hati-hati di Museum Mpu Purwa Kota Malang setelah penyelamatan yang dilakukan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Keberadaan prasasti ini terancam ketika hancur oleh martil kuli batu yang hendak membangun selokan air di dekat lokasi.
Prasasti Dinoyo 2 ditemukan di Jalan MT Haryono, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Terbuat dari batu Andesit dengan ukuran 75 cm x 57 cm dan ketebalan 30 cm, prasasti ini memiliki nilai sejarah yang sangat berharga. Penemuan prasasti ini terjadi pada pertengahan 1985 oleh sekelompok kuli bangunan yang tengah mengerjakan pembangunan gorong-gorong atau selokan air di sekitar Polsek Lowokwaru. Kesadaran akan pentingnya artefak sejarah ini membawa mereka untuk melaporkan penemuan tersebut kepada pihak yang berwenang, sehingga prasasti ini dapat diselamatkan dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
















