Pasar Besar Kepanjen Malang, berdiri 1926

Berada di jalan raya Malang-Blitar, tepatnya di jl. Pahlawan Kepanjen

Pasar Besar Kepanjen sebelah Timur

Digunakan sebagai tempat terminal penumpang Oplet, pasar hewan dan pom bensin.

KARNAFAL MALAM TEMA SENI-BUDAYA

Dalam memperingati HUT RI KE 7 TAHUN 1952.

Kantor polisi 1948

Kantor Polisi berubah fungsi sekarang menjadi KANTOR KELURAHAN KEPANJEN

Tampilkan postingan dengan label VIDIO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VIDIO. Tampilkan semua postingan

Sebaran Bata era Kerajaan

Reruntuhan sebaran Bata Kuno 
Peninggalan jaman Kerajaan




Peninggalan situs Kerajaan kembali ditemukan di Desa Penarukan Kepanjen, menyerupai tembok yang diduga sebagai pembatas pada era kerajaan. Penemuan tembok ini diperkirakan berdiri mengelilingi kawasan tempat tinggal penduduk pada masa kerajaan, dengan panjang yang diperkirakan mencapai 1 kilometer atau lebih.

Saat melakukan penggalian tanah untuk pembuatan batu bata, warga Desa Penarukan menemukan tembok batu bata yang terpendam, yang roboh ke arah barat. Kemudian, penduduk setempat mengambil batu bata tersebut dan menggunakan mereka untuk membuat semen bata merah. Namun, karena panjang tembok tersebut sangat panjang, hanya sebagian kecil yang dapat diambil sesuai dengan hak tanah mereka.

Tembok batu bata yang terpendam ini terlihat melintang dari arah utara ke selatan. Penemuan ini menjadi bukti keberadaan struktur bersejarah yang penting, yang memperkaya pengetahuan kita tentang masa lalu kerajaan di wilayah tersebut.



catatan :
Penemuan uang gobok satu gerobak oleh penduduk sekitar penemuan batu bata diatas memberi tanda bahwa di wilayah ini telah ada pedagang asing yang singgah saat jaman kerajaan, karena kekayaan alam diwilayah Penarukan Kepanjen yang melimpah membuat orang asing mau bekerjasama dalam jual-beli untuk berdagang.








Jaman Batu di Malang Selatan


Situs Megalitikum 
didekat Sungai Brantas Kepanjen




Pengertian tentang jaman megalitikum (jaman batu besar) mencakup periode di mana masyarakat mulai membangun bangunan atau monumen yang terbuat dari batu. Pada zaman ini, alat-alat dibuat dari batu besar seperti menhir, dolmen, Punden berundak, yang terbuat dari batu untuk meletakkan sesaji, dan sarkofagus.




Umpak + Batu Tulisnya Hilang

Sumber : Reporter / editing vidio : Agung CW

Saat diliput, Umpak ini terlihat dalam keadaan memprihatinkan. Tidak ada pagar yang melindungi, dan dibiarkan tergeletak di pinggiran pekarangan dekat sungai yang letaknya dekat sekali dengan perkampungan padat penduduk.

Keamanan atau kemungkinan hilangnya situs ini sangat besar, karena letaknya dapat dilewati oleh truk tebu atau truk kayu. Bukti nyata adalah batu prasasti yang menancap sudah lenyap.

Menurut keterangan dari Arkeolog Kota Malang, benda ini adalah landasan dari batu prasasti, di mana batu prasasti tadi ditancapkan di atas umpak tersebut. Dilanjutkan lagi keterangannya bahwa biasanya batu prasasti tersebut berbentuk lonjong, pipih, dan bisa diangkat.

Saat kami melihat, kami mengira benda tergeletak tersebut adalah batu Yoni yang lingganya telah hilang. Umpak tersebut terbuat dari batu andesit, dan di bawahnya terdapat banyak batu bata besar.


catatan :
Di bawah ini terdapat gambar sebuah Prasasti Kubu-kubu yang diduga ditemukan di Desa Kebonagung, Malang. Model prasasti ini diperkirakan mirip dengan prasasti yang ada di Kepanjen.